NERAKA VIRTUAL: KETIKA MEDIA SOSIAL MENJADI SARANG UJARAN KEBENCIAN Media sosial saat ini telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Indonesia yang sangat fenomenal. Media sosial sebagai ruang publik berperan menjadi media untuk berdiskusi, bertukar pikiran, serta berkomunikasi secara bebas dan demokratis. Tingginya pengguna media sosial memudahkan setiap orang untuk berkomunikasi. Pada hakikatnya, setiap orang bebas berkomunikasi dan prosesnya berlangsung dalam berbagai konteks baik fisik, psikologis, maupun sosial, karena proses komunikasi tidak terjadi pada sebuah ruang kosong. Salah satu sarana komunikasi pada media sosial ini berlangsung secara publik. Sifat keterbukaan dan kebebasan pada media sosial inilah yang menjadi pemicu tingginya kemungkinan seseorang untuk melakukan ujaran kebencian. Ujaran kebencian tak mengenal platform, baik Facebook, Twitter, Instagram, maupun platform lainnya. Komentar pedas, hinaan, dan provokasi bertebaran di kolom komentar...
Postingan
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
JEBAKAN MEDIA SOSIAL: KESENJANGAN DIGITAL PERPARAH PENYEBARAN HOAX DAN PICU POLARISASI Teknologi informasi dan komunikasi (TIK) menjadi salah satu teknologi yang berkembang dengan sangat pesat bahkan dapat mempengaruhi kehidupan beberapa decade terakhir. Teknologi ini menjadi bagian yang tidak dapat terpisahkan dalam kehidupan masyarakat karena telah mengubah cara manusia dalam berkomunikasi dan membawa manusia pada era informasi, suatu era dimana informasi menjadi salah satu kebutuhan pokok bagi manusia. Keberadaan teknologi informasi dan komunikasi ada kaitannya dengan media sosial yang saat ini tengah mencapai puncak kejayaannya. Hal ini terjadi karena media sosial mengijinkan siapapun untuk dapat bertukar informasi dengan seluruh penggunanya. Keberadaan media sosial membuat informasi yang belum terverifikasi benar dapat tersebar secara cepat. Hanya dalam hitungan detik, suatu informasi dapat langsung tersebar dan dengan mudah diakses oleh para pengguna me...
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
FILOSOFI TWIN TOWERS UINSA DALAM PERSPEKTIF PENDIDIKAN, DAKWAH, DAN TEKNOLOGI Menara Twin Tower merupakan menara kembar yang berada di Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) dan terletak di JL. Ahmad Yani no. 117 Surabaya. Gedung ini difungsikan sebagai gedung rektorat yang memiliki 9 lantai di dalamnya. Twin towers sendiri me rupakan sebuah simbol integrasi keilmuan yang menggabungkan nilai-nilai keislaman dengan nilai-nilai lainnya. Konsep paradigma twin towers didasarkan pada ide membangun jembatan antara ilmu-ilmu keislaman dengan ilmu-ilmu lain, dengan tujuan untuk menciptakan pemahaman yang lebih menyeluruh mengenai dunia dan peran Islam di dalamnya. Paradigma ini dilihat sebagai cara untuk mengatasi keterbatasan Pendidikan Islam tradisional, yang seringkali berfokus pada studi hukum dan teologi Islam tanpa memperhatikan atau mempertimbangkan konteks yang lebih luas di dunia. Implementasi pendidikan Islam dalam paradigma twin towers dapat dilihat dari ca...
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
SIMBOLISME BANGUNAN TWIN TOWERS UINSA SEBAGAI SIMBOL INTEGRASI KEILMUAN DAN ISLAMISASI ILMU Twin Tower merupakan bangunan menara kembar yang menjulang tinggi yang berada di dalam kampus A Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) dan terletak di JL. Ahmad Yani no. 117 Surabaya. Gedung ini difungsikan sebagai gedung rektorat yang memiliki 9 lantai di dalamnya. Twin towers sendiri telah menjadi ikon unik dan bagian integral dari identitas dari Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) sebagai perguruan tinggi Islam yang fokus pada integrasi keilmuan dan islamisasi ilmu. Tidak hanya megah dan unik, bangunan twin towers sebagai simbol mempunyai makna filosofis yang mendalam. Hal ini dapat menjadi bukti bahwa UINSA memiliki cita-cita yang tinggi untuk mewujudkan masyarakat yang beradab dan tercerahkan. Desain dua menara yang saling terhubung merupakan lambang dari keselarasan antara ilmu-ilmu keislaman dan ilmu pengetahuan umum, dimana menara pertama dian...