SIMBOLISME BANGUNAN TWIN TOWERS UINSA SEBAGAI SIMBOL INTEGRASI KEILMUAN DAN ISLAMISASI ILMU
Twin Tower merupakan bangunan menara kembar yang menjulang tinggi yang berada di dalam kampus A Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) dan terletak di JL. Ahmad Yani no. 117 Surabaya. Gedung ini difungsikan sebagai gedung rektorat yang memiliki 9 lantai di dalamnya. Twin towers sendiri telah menjadi ikon unik dan bagian integral dari identitas dari Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) sebagai perguruan tinggi Islam yang fokus pada integrasi keilmuan dan islamisasi ilmu. Tidak hanya megah dan unik, bangunan twin towers sebagai simbol mempunyai makna filosofis yang mendalam. Hal ini dapat menjadi bukti bahwa UINSA memiliki cita-cita yang tinggi untuk mewujudkan masyarakat yang beradab dan tercerahkan. Desain dua menara yang saling terhubung merupakan lambang dari keselarasan antara ilmu-ilmu keislaman dan ilmu pengetahuan umum, dimana menara pertama dianggap sebagai simbol ilmu keislaman, sedangkan menara kedua merupakan representasi ilmu sains dan teknologi. Dalam desain ini, posisi ilmu agama dan umum tidak tercampur menjadi satu, melainkan dibiarkan berjalan sendiri-sendiri, dan pada saat tertentu dapat dipertemukan untuk saling berdialog.
Dalam proses islamisasi ilmu, keilmuan Islam berupaya mengintervensi keilmuan umum dengan tujuan untuk memfilterisasinya sehingga ilmu tersebut tersebut dapat tersambung pada hal-hal yang islami. Jadi, islamisasi ilmu dapat diartikan sebagai pemberi wawasan (pandangan dunia) keislaman ke dalam ilmu-ilmu umum. Islamisasi ilmu juga berfungsi sebagai upaya mengintegrasikan keilmuan agama dan umum, sehingga keilmuan yang dihasilkan merupakan keilmuan yang islami dan seimbang antara ilmu agama dan hukum. Hal ini berkesinambungan dengan visi-misi UINSA untuk memadukan nilai-nilai Islam dengan keilmuan modern, melahirkan lulusan yang tidak hanya paham dalam ilmu agama, tetapi juga paham dan mampu berkontribusi dalam berbagai bidang. Kedua ilmu tersebut saling berhubungan mengingat konsep integrasi ilmu multidisiplier yang berfokus pada keseimbangan antara ilmu dunia dan ilmu akhirat.
Twin towers
UINSA tidak hanya menjadi simbolisasi atas tergapainya cita-cita perguruan tinggi,
tetapi juga menjadi simbolisasi atas imtegrasi keilmuan dan islamisasi ilmu. Dengan
demikian, bangunan twin towers UINSA menjadi bagian integral dan identitas
UINSA sebagai perguruan tinggi Islam yang berfokus kepada keseimbangan antara
keilmuan Islam dan ilmu-ilmu umum. Twin towers juga mewakili komitmen universitas untuk menumbuhkan budaya pembelajaran yang didasarkan pada keimanan dan mendorong pemahaman ilmu pengetahuan dengan cara yang konsisten dengan nilai-nilai Islam. Twin towers juga menciptakan ruang belajar terbuka bagi seluruh mahasiswa tanpa melihat atau memperhatikan latar belakangnya.
Komentar
Posting Komentar