NERAKA VIRTUAL: KETIKA MEDIA SOSIAL MENJADI SARANG UJARAN KEBENCIAN
Pada hakikatnya, setiap orang bebas
berkomunikasi dan prosesnya berlangsung dalam berbagai konteks baik fisik,
psikologis, maupun sosial, karena proses komunikasi tidak terjadi pada sebuah
ruang kosong. Salah satu sarana komunikasi pada media sosial ini berlangsung
secara publik. Sifat keterbukaan dan kebebasan pada media sosial inilah yang
menjadi pemicu tingginya kemungkinan seseorang untuk melakukan ujaran kebencian.
Ujaran kebencian tak mengenal platform,
baik Facebook, Twitter, Instagram, maupun platform lainnya. Komentar pedas,
hinaan, dan provokasi bertebaran di kolom komentar, pesan pribadi, bahkan
siaran langsung. Tak hanya individu, akun anonym dan kelompok terorganisir pun
turut memperkeruh suasana, menyebarkan propaganda, dan kebencian dengan agenda
tersembunyi.
Saat ini banyak kasus ujaran kebencian
seperti penghinaan, pencemaran nama baik, penistaan agama, memprovokasi bahkan
menyebarkan berita-berita bohong (hoax). Hal ini disebabkan para pengguna media
sosial diberi kebebasan pribadi dalam mengeksplor media sosial, sehingga mereka
dapat bebas berkomentar tanpa memikirkan konsekuensi kedepannya.
Korban ujaran kebencian tak hanya mengalami
luka batin, tetapi juga nama buruk dan diskriminasi. Reputasi mereka tercoreng,
rasa percaya diri berkurang, bahkan keselamatan mereka terancam. Trauma psikis
yang ditimbulkan dapat berkepanjangan sehingga menghambat kehidupan pribadi dan
professional korban. Berikut beberapa cara untuk mengatasi atau melawan ujaran
kebencian:
1. 1. Laporkan ke
Platform media sosial atau otoritas terkait
Jika menemukan konten ujaran kebencian,
laporkan ke platform media sosial tempat konten tersebut di unggah. Biasanya,
platform memiliki mekanisme laporan yang memungkinkan pengguna melaporkan konten
yang melanggar pedoman komunitas.
2. 2. Menentang ujaran
kebencian dan berikan dukungan kepada korban
Berbicara dengan bijaksana serta memberi
dukungan kepada korban dapat menjadi salah satu upaya untuk memperkecil rasa
kurang percaya diri bahkan keterpurukan bagi korban.
3. 3. Mendidik diri
sendiri dan orang lain tentang bahaya ujaran kebencian
Edukasi diri sendiri dan orang lain
mengenai bahayanya ujaran kebencian merupakan hal yang sangat diperlukan bagi
setiap pengguna media sosial, karena hal tersebut dapat mengurangi angka kasus
ujaran kebencian.
Ujaran kebencian di media sosial telah
menjadi hal yang lumrah terjadi dan memerlukan upaya untuk mengatasi masalah ini.
Literasi digital dapat menjadi salah satu upaya untuk mengatasi ujaran
kebencian di media sosial. Dengan memiliki literasi digital, masyarakat dapat
memilikim pemahaman dan kemampuan untuk bersikap etis dalam berkomunikasi dan
mengatasi ujaran kebencian.
Komentar
Posting Komentar