NERAKA VIRTUAL: KETIKA MEDIA SOSIAL MENJADI SARANG UJARAN KEBENCIAN



Media sosial saat ini telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Indonesia yang sangat fenomenal. Media sosial sebagai ruang publik berperan menjadi media untuk berdiskusi, bertukar pikiran, serta berkomunikasi secara bebas dan demokratis. Tingginya pengguna media sosial memudahkan setiap orang untuk berkomunikasi.

Pada hakikatnya, setiap orang bebas berkomunikasi dan prosesnya berlangsung dalam berbagai konteks baik fisik, psikologis, maupun sosial, karena proses komunikasi tidak terjadi pada sebuah ruang kosong. Salah satu sarana komunikasi pada media sosial ini berlangsung secara publik. Sifat keterbukaan dan kebebasan pada media sosial inilah yang menjadi pemicu tingginya kemungkinan seseorang untuk melakukan ujaran kebencian.  

Ujaran kebencian tak mengenal platform, baik Facebook, Twitter, Instagram, maupun platform lainnya. Komentar pedas, hinaan, dan provokasi bertebaran di kolom komentar, pesan pribadi, bahkan siaran langsung. Tak hanya individu, akun anonym dan kelompok terorganisir pun turut memperkeruh suasana, menyebarkan propaganda, dan kebencian dengan agenda tersembunyi.

Saat ini banyak kasus ujaran kebencian seperti penghinaan, pencemaran nama baik, penistaan agama, memprovokasi bahkan menyebarkan berita-berita bohong (hoax). Hal ini disebabkan para pengguna media sosial diberi kebebasan pribadi dalam mengeksplor media sosial, sehingga mereka dapat bebas berkomentar tanpa memikirkan konsekuensi kedepannya.

Korban ujaran kebencian tak hanya mengalami luka batin, tetapi juga nama buruk dan diskriminasi. Reputasi mereka tercoreng, rasa percaya diri berkurang, bahkan keselamatan mereka terancam. Trauma psikis yang ditimbulkan dapat berkepanjangan sehingga menghambat kehidupan pribadi dan professional korban. Berikut beberapa cara untuk mengatasi atau melawan ujaran kebencian:

1.    1.  Laporkan ke Platform media sosial atau otoritas terkait

Jika menemukan konten ujaran kebencian, laporkan ke platform media sosial tempat konten tersebut di unggah. Biasanya, platform memiliki mekanisme laporan yang memungkinkan pengguna melaporkan konten yang melanggar pedoman komunitas.

2.   2. Menentang ujaran kebencian dan berikan dukungan kepada korban

Berbicara dengan bijaksana serta memberi dukungan kepada korban dapat menjadi salah satu upaya untuk memperkecil rasa kurang percaya diri bahkan keterpurukan bagi korban.

3.   3.   Mendidik diri sendiri dan orang lain tentang bahaya ujaran kebencian

Edukasi diri sendiri dan orang lain mengenai bahayanya ujaran kebencian merupakan hal yang sangat diperlukan bagi setiap pengguna media sosial, karena hal tersebut dapat mengurangi angka kasus ujaran kebencian.

Ujaran kebencian di media sosial telah menjadi hal yang lumrah terjadi dan memerlukan upaya untuk mengatasi masalah ini. Literasi digital dapat menjadi salah satu upaya untuk mengatasi ujaran kebencian di media sosial. Dengan memiliki literasi digital, masyarakat dapat memilikim pemahaman dan kemampuan untuk bersikap etis dalam berkomunikasi dan mengatasi ujaran kebencian.

Komentar

Postingan populer dari blog ini